Monthly Archives: Juni 2013

Tentang cita-cita dan mimpi

Waktu saya kecil dulu, seringkali orang tua saya bertanya apa cita-cita saya. Seingat saya, ketika saya kecil saya berganti cita-cita sebanyak 4 kali. Yang pertama jadi guru TK, setelah itu berganti menjadi astronot, mengenal profil pak habibie saya bercita-cita ingin jadi seperti pak habibie dan yang terakhir saya ikut-ikutan bercita-cita menjadi insinyur karena teman-teman bermain saya dulu hampir semuanya pingin jadi insinyur 😀
Meskipun saya berganti-ganti cita-cita, orang tua saya tetap sering bertanya apa cita-cita saya. Dan setelah saya berumur 20 tahun, barulah saya mengerti kenapa mereka berdua sering menanyakan apa cita-cita saya. Ternyata ketika saya masih dalam kandungan dulu, ayah saya pernah bermimpi kalau anak yang dalam kandungan istrinya itu suatu saat akan pergi ke bulan. Sejak saat itu orang tua saya yakin bahwa saya pasti akan menjadi orang yang sukses (amiiiiin :D). Kembali ke cita-cita masa kecil dulu yang ingin jadi insinyur, alhamdulillaah kesampaian juga. Meskipun titel yg nempel di nama saya bukan Ir (insinyur), melainkan ST (sarjana teknik), tapi toh intinya sama saja, hehe..

Saya selalu yakin bahwa manusia itu sangat perlu bercita-cita. Baik itu manusia yang belum dewasa, atau manusia yang sudah dewasa. Buat saya cita-cita itu merupakan mimpi. Tetapi mimpi yang harus kita jadikan menjadi kenyataan. Dan cara kita menjadikan mimpi menjadi kenyataan itulah yang menjadi tujuan kita. Seperti saya yang diusia saya yang ke-28 ini memiliki resolusi dan impian-impian di tahun 2013. Apapun saya lakukan supaya semua resolusi 2013 saya itu bisa tercapai (paling enggak, dari enam resolusi itu, harus ada yang tercapai, hehe..). Mungkin memang tidak langsung tercapai semuanya, tapi saya yakin dimana kemauan disitu pasti ada jalan. Dan pelan-pelan semuanya pasti bisa terlaksana.. ^_^

 

“Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar. Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil…..”

-novel Negri 5 Menara”

 

Iklan

Music for my little boy ^_^

“If I were not a physicist, I would probably be a musician. I often think in music. I live my daydreams in music. I see my life in terms of music.”
~ Albert Einstein ~

 

Siapa sih di dunia ini yang tidak suka mendengarkan musik? Saya rasa semua orang di dunia ini pasti suka mendengarkan musik, tidak peduli dari kalangan mana dia berasal. Musik adalah bahasa yang universal. Buat saya, selain dengan menulis, mendengarkan musik adalah obat jiwa setelah penat melaksanakan aktifitas seharian.

Orang tua saya memang telah memperkenalkan musik sejak saya masih kecil. Mulai dari lagu-lagu yang dinyanyikan penyanyi-penyanyi jaman orang tua saya masih kecil seperti Adi Bing Slamet, Chica Koeswoyo hingga penyanyi-penyanyi jaman saya kecil dulu seperti Enno Lerian, Melissa, Bondan Prakoso ataupun Puput Melati. Tidak heran jika koleksi kaset anak-anak yang saya punyai dulu lumayan banyak. Walaupun sekarang tidak tau raib kemana (dan sayangnya sekarang saya baru sadar kalau kaset-kaset itu adalah aset hikss..)

Sama seperti orang tua saya dulu, sekarangpun saya mulai memperkenalkan musik kepada Abrar. Baik itu berupa lagu anak-anak (dan tetap saja saya memberikan lagu anak-anak jaman saya dulu kepada anak saya yang masih balita, hehe.. ^_^) ataupun lagu-lagu religi. Dan ternyata besar sekali manfaatnya. Selain bisa menambah kosakata, Abrar juga sudah mulai mengenal huruf dan angka dari usia 2 tahun. Selain itu dia juga sudah bisa menghafalkan beberapa doa. Abrar juga bisa mengekspresikan perasaannya melalui sebuah lagu. Jika sedang menyanyikan lagu ‘pergi ke kota’, dia akan menyanyikannya dengan bersemangat. Sedangkan jika sedang bernyanyi ‘ambilkan bulan bu’, dia menyanyikannya dengan mendayu-dayu juga, hahaha.. 😀

Namun sayangnya sekarang ini sudah jarang sekali ada toko-toko yang menjual kaset. Kebanyakan hanya menjual cd. Itupun cd bajakan yang harganya 10rb smp 20rb. Jika ada yang menjual cd aslipun, buat saya agak mahal harganya. Akhirnya yang bisa saya lakukan hanyalah mendownload lagu lewat media online.. 😦

Seringkali saya mengunduh musik secara gratisan. Padahal saya tau kalau itu sama saja dengan membajak hasil karya orang lain. Tapi mau bagaimana lagi, sudah tidak ada toko yang menjual kaset lagu anak-anak (maksud saya, lagu anak-anak yang benar-benar ditujukan buat anak-anak. Bukan yg dinyanyikan anak-anak, tetapi kata-katanya tidak sesuai untuk anak-anak lho yaa..). Pada akhirnya, setelah sekian lama berkecimpung di dunia per-download-an, saya mengenal langitmusik.com. Segala macam jenis musik ada disini. Mulai lagu tren masa kini, lagu klasik, religi, bahkan lagu anak-anak yang sekian lama saya cari. Meskipun tidak sebanyak yang saya harapkan, namun akhirnya sedikit-sedikit bisa saya tinggalkan juga dunia ‘perbajakan lagu’ yang selama ini saya lakukan. Hanya dengan 10rb setiap bulannya, saya bisa berlangganan layanan Premium Membership dan bisa menikmati streaming & download musik unlimited. Jadi sekarang bukan hanya bisa mendownload musik buat anaknya saja. Emak dan Bapaknya pun juga bisa mendownload musik sepuasnya deh ^_^
Semoga kedepannya langitmusik.com bisa menambah koleksi lagu anak-anak juga (ง`o´)ง

Sekelumit cerita di Bali

Baru minggu kemarin, tepatnya tanggal 10-13 Juni saya pergi ke Bali. Gratisan, hehe..
Tapi bukan buat liburan, buat ngurusin kerjaan, jd judulnya gratisan yang dibiayai negara, huhuhu….

Kebetulan biaya penginapan juga ditanggung oleh negara, dan alhamdulillaaaah dapet tempat penginapan yang keren abis, di Bali Kuta Resort daerah Jl. Majapahit.. Kamarnya guedheeee banget. Dan yang jelas mehong abis.. (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)

4 hari di Bali sayang sungguh sayang saya tidak sempat jalan-jalan kemana-mana, hikss.. Cuman stay aja di dalam hotel buat asistensi kerjaan (yaeyalah, namanya dibiayai negara, juga demi kepentingan negara, hahah). Menyesal juga sih, karena tempat menginap saya dekat dengan Pantai Legian. Tapi kembali ke pasal pertama, adalah dibiayai oleh negara, jadinya yang harus diutamakan adalah kepentingan kerjaan..

Semenjak hari itu saya sudah berikrar bahwa saya harus kembali ke sini lagi (kalo’ bisa sih di hotel yang sama, hehe..) bersama sang suami tercinta dan si kecil Abrar dalam rangka liburan bukan dalam rangka pekerjaan. Jadi mulailah dari detik ini yuk nabung nabung nabung, hehe..
Semangaaat (ง`o´)ง

Sampingan

Tahun 2013 ini buat saya berlalu begitu cepat. Baru kapan hari saya membuat resolusi tahun 2013, eh tiba-tiba saja sekarang sudah bulan juni, yang artinya sudah pertengahan tahun. Itu berarti Abrar sudah tiga tahun lebih dan bulan depan adalah tahun … Baca lebih lanjut

Online Shopping versi emak-emak kalap mata ^_^

Sejak abrar lahir, saya jadi punya hobi baru. Adalah belanja online, huehehe.. Dimulai dari beli kolam renang buat baby abrar di Toko Bunda Ceria . Dan akhirnya berujung browsing ke online shop-online shop yang lain.

Karna saya tinggal di kota kecil Probolinggo, yang baby shop-nya cuman ada 2 biji, saya mulai terjangkit penyakit kalap mata tidak bisa menahan diri tiap ngeliat barang-barang lucu buat abrar, huhuhu… Apalagi buat saya yang tipe malas keluar, online shop sangat mendukung banget penyakit kalap mata saya ini. Tinggal pilih gambar, sms penjual, transfer duit, 2-3 hari sampe’ deh tuh barang di rumah. So simple. Yg gak simple, duitnya. Duit cuti melahirkan ludes des dah buat online shopping 😥
Apalagi di baby shop yang 2 biji itu modelnya masih jadul-jadul banget. Belum ada tuh yang namanya jumper, baby pool, clodi ataupun baby gap. Makin kalap aja nih mata 😥

Akhirnya, setelah dipikir-pikir, karena kepepet dan nggak enak minta duit terus sama suami buat belanja online, saya putuskan buat buka online shop juga, horeeee…
Melalui pencarian wangsit yang berlangsung selama 2 jam saja, online shop tercinta ini saya kasih nama Momoo Tupper. Daftarnya lewat facebook aja sih. Karena dulu belum punya waktu buat bikin website. Jualan baju-baju sama perlengkapan bayi. Plus jualan tupperware juga 🙂
Sebenernya muter-muter aja sih ya hasilnya. Ujung-ujungnya labanya buat belanja online juga, hahah.. Tapi kepuasannya ketika berhasil jual barang, apalagi penjualan pertama kalinya, tidak bisa tergantikan dengan apapun (halah!! :D)

Melihat perkembangannya sekarang yg semakin menjamur, kadang-kadang ngeri juga sih. Konon katanya mulai banyak penipuan disana-sini. Alhamdulillah sampai saat ini masih selalu didekatkan dengan orang-orang jujur…Tapi, saya punya trik khusus yang menurut saya cukup manjur buat mengetahui online shop itu fiktif atau beneran. Tinggal dibuka jumlah temennya aja. kalau jumlah temennya banyak, insyaAllah aman belanja disana.

Selain itu, 3 tahun  yang lalu online shop yang ada tidak sebanyak sekarang. Kalo sekarang sih, yang dulunya pembeli juga jadi penjual kayak saya, hehe.. Tp saya sih yakin-yakin aja yah yang namanya emak-emak, meskipun uda punya online shop juga pasti gak bakalan tahan sama yg namanya barang-barang lucu buat putra putrinya. Jd pasti masih beli ke OS lain juga, hehe..
Hidup online shop!! ^_^