Yup, saya ibu pekerja kantoran

Dari sekian banyak bahasan tentang parenting, yang paling ‘mendunia’, pasti yang tersebut adalah ibu pekerja vs ibu rumah tangga, plus yang terbaru ibu rumah tangga yg bekerja dari rumah. Sama populernya dengan asi versus sufor ataupun batman vs superman #eh.
Tapi saya belum sehebat ibu2 lain yg bisa full stay at home ataupun ibu2 lain yang bisa menghasilkan uang dari rumah, jadi sampai saat ini, meskipun sudah berbuntut dua, saya masih memutuskan status saya sebagai ibu pekerja kantoran… Yup, saya ibu pekerja kantoran.
moms
Sumber gambar dari sini
Berikut alasan-alasan mengapa saya mencanangkan diri sebagai ibu pekerja kantoran #tsaaah
Pertama,  saya ini pendiam, jadi dengan bekerja diluar saya merasa saya bisa punya banyak teman, karena jika saya dirumah, pasti deh meskipun ngumpul dengan tetangga, saya cuma jadi pendengar saja.
Kedua, saya ini adalah orang yang pendiam, tapi tangan saya tidak bisa diam. Jadi, dengan bekerja saya bisa membiarkan tangan saya yang aktif ini untuk berkreasi. Karena saya sekarang bekerja sebagai abdi negara di sebuah dinas pekerjaan umum, jadi alhamdulillah tangan saya ini bisa mengaplikasikan keaktifannya dengan bang excel dan bang autocad untuk menghitung dan menggambar. Pasti banyak yang nanya, stay at home mom juga bisa lho berkreasi dengan tangan yang aktif.. Ooooowww…jangan kuatir, disela2 kesibukan saya dengan bang Excel dan bang autocad, saya tetep kok berkutat dengan peralatan dapur ataupun peralatan bikin kue. Tapi ya semua orang kan punya keahlian dan rejeki sendiri-sendiri yaa..
Ketiga, bekerja merupakan me time saya. Terserah deh orang mau bilang apa, yang jelas me time saya adalah ketika saya ada dikantor. Cuman waktu dikantor saya bisa menyentuh sosial media, bisa nulis di blog, bisa mainan hape ataupun bisa pipis dengan tenang. Kenapa?  Karena ketika dirumah, dua jagoan saya super duper nempel sama saya. Yg bungsu malah ikut kekamar mandi kalau saya mau pipis. Masalah hape, saya dan suami memang membatasi anak2 saya untuk bermain hape. Nggak lucu kan kalau kita membatasi anak saya main hape, sedangkan kita sendiri berhape ria. Jadi di rumah hape hanya dipakai buat nerima telfon, telfon, dan membaca chat di grup WhatsApp sekolah anak saya. Selain itu, pulang kerja, saya fokus sama njawabin pertanyaan-pertanyaan seru dua bocah yang lagi getol-getolnya nanya ini itu ataupun misahin dua bocah yang lagi sering iri-irian, yang 5 menit bertengkar, 5 menit kemudian ketawa bareng lagi. Ah, betapa indahnya pemandangan ini…
Keempat, dengan bekerja adalah salah satu cara saya membahagiakan kedua orang tua saya. Terserah juga deh ya orang mau bilang saya masih ngriwuki orang tua saya karena anak2 saya titipkan sama orang tua ketika saya bekerja. Tapi yang jelas, dengan adanya anak2 saya orang tua saya jadi sumringah tuh. Malah seneng pagi-pagi ada yang nemenin jalan pagi keliling kaplingan, ataupun waktu siang ada yang nemenin jagain toko. Gituuuu…
Kelima, dengan bekerja saya merasa pengetahuan saya jadi berkembang. Bukannya saya mau bilang jadi ibu rumah tangga nggak bisa berkembang ya, tapi karena saya ini orang nya pendiam, menurut saya dengan bersosialisasi di luar, ada berbagai macam karakter manusia yang bisa saya pelajari. Selain itu saya jadi tau hal-hal baru yang saat ini booming di luaran. Dalam hal ini tentang teknologi terbaru ya. Sosmed kan juga termasuk kemajuan teknologi. Karena anak-anak saya hidup di jaman teknologi  jadi saya juga tetap harus mengikuti perkembangan teknologi saat ini.
Sekian alasan saya mengapa saya memutuskan jadi ibu pekerja.
2013-06-10-ctworkingmoms13hre4595
Sumber gambar dari sini
Saya selalu salut dengan para ibu yang bisa menjadi stay at home mom ataupun pada para ibu yang bisa bekerja dari rumah. Top banget dah pembagian waktunya buat keluarga. Saya berharapnya sih udahan deh ya nyinyirisasinya. Jadi ibu itu susah lho, musti beberes ini itu, musti ngerawat bocah-bocah kecil, ataupun bocah gedhe. Jadi, Yuk ah kita saling mendukung. Jangan sampai karena nyinyir satu sama lain. Karena sejatinya menjadi seorang ibu itu adalah anugerah, jadi jangan saling menjatuhkan…
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s