Category Archives: About Life

Belajar sabar pada sang guru sabar

sabar
Sumber gambar dari sini
Menurut saya, selain ilmu ikhlas, ilmu yang sangat susah dipelajari adalah ilmu sabar. Sampai saat ini pun setelah saya sudah memiliki anak, setelah punya dua anak tepatnya. Sebagai ibu, entah ibu yang bekerja atau ibu rumah tangga, saya yakin sekali semua ibu sedari pagi sudah bekerja, entah itu memasak, menyiapkan sarapan pak suami, anak-anak,  membersihkan rumah, mengantarkan anak ke sekolah ataupun pekerjaan lainnya yang nggak ada habisnya, saya yakin sekali pasti kita merasa sangat lelah ataupun penat dengan rutinitas yang sama setiap harinya.
Itulah yang akhir-akhir ini sedang menimpa saya, ibu muda yang cantik, yang kadangkala capek dengan pekerjaan rumah dan pekerjaan kantor yang kadang terbawa sampai kerumah.Jika sudah dirumah, apalagi imbasnya kalau bukan 2 balita ganteng. Kayaknya nggak ada benernya aja semua yang ada dirumah. Mainan berantakan, marah. Makanan kececeran, marah. Kotak susu uht nggak dibuang di sampah, marah. Pe-er belum dikerjain, marah. Terutama pada si sulung yang kayaknya saya pingin si sulung segera sma aja biar bisa ngerjain pe-er sendiri plus nggak gangguin adiknya mulu. Belum lagi ngajakin main Catur atau ular tangga plus si bungsu yang juga ngajakin main bongkar pasang padahal emaknya ini udah pingin segera naruh badan di kasur aja. Alhasil makin naik deh volume suara si emak yang dalam kasus ini adalah saya.
Dan penyesalan nggak pernah datang didepan. Setelah anak-anak tidur, barulah saya sadar betapa saya yang sering mengikrarkan diri saya sebagai mama terbaik didunia buat anak-anak saya berubah menjadi mama terjahat buat anak-anak saya. Namun, para guru sabar saya ini (lagi-lagi) mengajarkan pelajaran sabar pada saya. Bahkan setelah saya marahi tadi, tidak pernah terlihat rasa sakit hati di mata anak-anak saya, terutama si sulung. Bahkan si kakak sebelum tidur tetap memeluk saya dan mengatakan bahwa dia menyayangi saya. Tanpa ada dendam sama sekali. Mewek deh emaknya minta maaf soalnya tadi sudah marah-marah. Dan sekali lagi para guru sabar ini mengajarkan arti sabar yang sesungguhnya. Kalau si bungsu (2,5th) mungkin memang belum mengerti. Namun si sulung (6,5th) yang sudah mengerti tentang perasaan hati malah meminta maaf karena tadi sudah membuat saya marah..
Duhai ibu, tidak perlu jauh-jauh belajar ilmu sabar, cukup pandang mata anak-anak kita. Mereka adalah guru sebenarnya dari kesabaran…
Iklan

Yup, saya ibu pekerja kantoran

Dari sekian banyak bahasan tentang parenting, yang paling ‘mendunia’, pasti yang tersebut adalah ibu pekerja vs ibu rumah tangga, plus yang terbaru ibu rumah tangga yg bekerja dari rumah. Sama populernya dengan asi versus sufor ataupun batman vs superman #eh.
Tapi saya belum sehebat ibu2 lain yg bisa full stay at home ataupun ibu2 lain yang bisa menghasilkan uang dari rumah, jadi sampai saat ini, meskipun sudah berbuntut dua, saya masih memutuskan status saya sebagai ibu pekerja kantoran… Yup, saya ibu pekerja kantoran.
moms
Sumber gambar dari sini
Berikut alasan-alasan mengapa saya mencanangkan diri sebagai ibu pekerja kantoran #tsaaah
Pertama,  saya ini pendiam, jadi dengan bekerja diluar saya merasa saya bisa punya banyak teman, karena jika saya dirumah, pasti deh meskipun ngumpul dengan tetangga, saya cuma jadi pendengar saja.
Kedua, saya ini adalah orang yang pendiam, tapi tangan saya tidak bisa diam. Jadi, dengan bekerja saya bisa membiarkan tangan saya yang aktif ini untuk berkreasi. Karena saya sekarang bekerja sebagai abdi negara di sebuah dinas pekerjaan umum, jadi alhamdulillah tangan saya ini bisa mengaplikasikan keaktifannya dengan bang excel dan bang autocad untuk menghitung dan menggambar. Pasti banyak yang nanya, stay at home mom juga bisa lho berkreasi dengan tangan yang aktif.. Ooooowww…jangan kuatir, disela2 kesibukan saya dengan bang Excel dan bang autocad, saya tetep kok berkutat dengan peralatan dapur ataupun peralatan bikin kue. Tapi ya semua orang kan punya keahlian dan rejeki sendiri-sendiri yaa..
Ketiga, bekerja merupakan me time saya. Terserah deh orang mau bilang apa, yang jelas me time saya adalah ketika saya ada dikantor. Cuman waktu dikantor saya bisa menyentuh sosial media, bisa nulis di blog, bisa mainan hape ataupun bisa pipis dengan tenang. Kenapa?  Karena ketika dirumah, dua jagoan saya super duper nempel sama saya. Yg bungsu malah ikut kekamar mandi kalau saya mau pipis. Masalah hape, saya dan suami memang membatasi anak2 saya untuk bermain hape. Nggak lucu kan kalau kita membatasi anak saya main hape, sedangkan kita sendiri berhape ria. Jadi di rumah hape hanya dipakai buat nerima telfon, telfon, dan membaca chat di grup WhatsApp sekolah anak saya. Selain itu, pulang kerja, saya fokus sama njawabin pertanyaan-pertanyaan seru dua bocah yang lagi getol-getolnya nanya ini itu ataupun misahin dua bocah yang lagi sering iri-irian, yang 5 menit bertengkar, 5 menit kemudian ketawa bareng lagi. Ah, betapa indahnya pemandangan ini…
Keempat, dengan bekerja adalah salah satu cara saya membahagiakan kedua orang tua saya. Terserah juga deh ya orang mau bilang saya masih ngriwuki orang tua saya karena anak2 saya titipkan sama orang tua ketika saya bekerja. Tapi yang jelas, dengan adanya anak2 saya orang tua saya jadi sumringah tuh. Malah seneng pagi-pagi ada yang nemenin jalan pagi keliling kaplingan, ataupun waktu siang ada yang nemenin jagain toko. Gituuuu…
Kelima, dengan bekerja saya merasa pengetahuan saya jadi berkembang. Bukannya saya mau bilang jadi ibu rumah tangga nggak bisa berkembang ya, tapi karena saya ini orang nya pendiam, menurut saya dengan bersosialisasi di luar, ada berbagai macam karakter manusia yang bisa saya pelajari. Selain itu saya jadi tau hal-hal baru yang saat ini booming di luaran. Dalam hal ini tentang teknologi terbaru ya. Sosmed kan juga termasuk kemajuan teknologi. Karena anak-anak saya hidup di jaman teknologi  jadi saya juga tetap harus mengikuti perkembangan teknologi saat ini.
Sekian alasan saya mengapa saya memutuskan jadi ibu pekerja.
2013-06-10-ctworkingmoms13hre4595
Sumber gambar dari sini
Saya selalu salut dengan para ibu yang bisa menjadi stay at home mom ataupun pada para ibu yang bisa bekerja dari rumah. Top banget dah pembagian waktunya buat keluarga. Saya berharapnya sih udahan deh ya nyinyirisasinya. Jadi ibu itu susah lho, musti beberes ini itu, musti ngerawat bocah-bocah kecil, ataupun bocah gedhe. Jadi, Yuk ah kita saling mendukung. Jangan sampai karena nyinyir satu sama lain. Karena sejatinya menjadi seorang ibu itu adalah anugerah, jadi jangan saling menjatuhkan…

Tangkapan Kamera HP diwaktu servey ^_^

Sudah 1 tahun lebih sejak dimutasi pindah ke satker lain. Di satker yang sekarang ini jadi hobi mengabadikan foto-foto survey. Tapi beberapa aja yang ketemu file -nya di laptop 😥

DSC_0042

Pemandangan di Ngadisari – Seruni poin Kabupaten Probolinggo jam 9 pagi, masih ketutup awan

DSC_0044

Pemandangan di Ngadisari – Seruni poin Kabupaten Probolinggo jam 10 pagi, setelah survey ^_^

DSC_0072

Pemandangan di Sapih, Gunung Kukusan, Kabupaten Probolinggo

(abaikan meteran gulung pengukur jalannya :D)

DSC_0073

Pemandangan pagi hari, masih berkabut, lupa dimana, yg jelas di Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo 😀

DSC_0118

Pemandangan di Sariwani, Kabupaten Probolinggo ^_^

Penyesalan Orang Tua

Hari pertama bekerja setelah 3 bulan kemarin cuti melahirkan dan membaca situs http://www.tentanganak.info/2014/03/penyesalan-orang-tua.html

Penyesalan Orang Tua
Sebuah penelitian terhadap 2000 orangtua memperoleh hasil bahwa penyesalan terbesar para orang tua adalah seperti berikut ini :

1. Terlalu banyak bekerja
2. Mencemaskan hal kecil
3. Tidak banyak bermain bersama anak
4. Tidak pergi berlibur bersama
5. Tidak mengabadikan anak dalam foto
6. Menghabiskan waktu tidak untuk keluarga
7. Tidak merekam moment spesial dalam
8. Tidak menikmati libur panjang ke suatu tempat
9. Tidak mendorong anak untuk memiliki hobi tertentu
10. Tidak saling berbagi hobi dengan anak
11. Tidak membacakan dongeng/buku sebelum tidur
12. Menghabiskan banyak waktu mencemaskan pekerjaan rumah tangga
13. Tidak mengizinkan anak berenang lebih sering
14. Tidak mengizinkan anak melakukan aktivitas yang membuat kotor
15. Tidak mengajarkan berenang lebih awal
16. Tidak menjadi bagian pada beberapa masa penting kehidupan anak
17. Tidak menghabiskan waktu spesial (ulang tahun/hari raya) bersama anak
18. Terlalu mengekang anak
19. Selalu menunggu waktu spesial yang akan datang dan lupa menikmati berkah saat ini
20. Tidak menikmati saat berjalan-jalan bersama anak

Semoga meskipun saya adalah ibu yang bekerja diluar rumah, saya tetap bisa membahagiakan 2 putra saya, Abrar dan Agha. Walaupun cuma bisa menemani ketika pagi hari saat saya menikmati saat-saat saya masih bisa memandikan mereka berdua walaupun konsekuensinya saya sering disindir gara-gara telat sampe kantor ataupun meskipun sore dan malam hari meskipun ketika si sulung masih semangat2nya ngoceh bercerita saya kadang2 ketiduran karena kecapekan, tapi semoga saya tidak mengalami 20 penyesalan diatas, amin ^_^

Resolusi Tahun 2014

Nggak kerasa udah tahun 2014 aja. Padahal Resolusi 2013 kemaren banyak yg belum terlaksana, huhuhu…

Baiklah, mari me-rekap resolusi 2013 kemarin :

1. Punya rumah sendiri : Alhamdulillah sudah terlaksana, sudah menemukan rumah baru di daerah sidoarjo setelah kemaren sempet riweuh buat njual rumah yang disini. Semoga yang sekarang ini lebih berkah, amiiin… ^_^

2. Kami bertiga bisa hidup dan tinggal serumah, sekota, insya Allah segera terlaksana, amin ^_^

3. Onlineshop saya semakin berkembang : hadeeeuuuuh…tahun kemaren si mommy tupper benar-benar terbengkalai gara-gara kerjaan sedang menumpuk dan si bocah lagi butuh-butuhnya ditemenin buat main. jadinya gak sempet online shop-an, huhuhu… 😥

4. Pengen jadi penulis : idem sama nomor 3 😥

yang ini, buru-buru nulis novel, reading challenge-nya good reads aja uda ngos-ngosan, hadeeeeuuuu… ;p

5. Pengen buka usaha : idem sama nomor 3 dan 4 😥

6. Pengen hamil anak ke-2 di tahun ini ^_^ : alhamdulillah sudah terlaksana, sekarang uda mau 6 bulan. semoga nanti diberi kemudahan dalam proses melahirkan, anak yang dilahirkan dalam keadaan sehat wal afiat, sempurna dan tidak mengalami kekurangan suatu apapun, amin ^_^

Berlanjut ke resolusi tahun 2014 :

1. Online shop makin berkembang (lagi)

2. Pingin jadi penulis, yah minimal tahun ini harus rajin nulis di blog sama nulis resensi buku. semangat, semangat… ^_^

3. Pengen belajar nyetir mobil, jadi kesimpulannya tahun ini harus dan wajib bisa nyetir mobil. Tahun ini Abrar soalnya uda 4 tahun dan insyaAllah mau masuk TK. nggak lucu dong kalau nganterin Abrar sekulah naik motor sambil nggendongin adeknya Abrar 🙂

Apa lagi yah….. :p Banyak sih, tapi kebanyakan mengarah ke hal-hal tersier, hahaha…

4. Liburan ke Jogja5. Ngajakin Abrar berlibur naik pesawat

6. Kursus bikin kue 😀

7. Beli microwave :p

8. Ganti laptop dari yang layarnya 10 inch, ke yang layarnya agak gedean dikit

9. Sering menang kuis, hahahah…

10. Semua utang-utang di bank bisa lunas, ups, bukan resolusi ini mah. ini namanya harapan, hihihi…

Yang jelas semoga tahun 2014 ini menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun kemaren, menjadi pribadi yang berguna buat orang lain, amin ^_^

 

 

Apapun yang terbaik buat anak ^_^

Buat saya dan suami masa-masa hadirnya Abrar mulai sejak dia ada didalam kandungan sampai Abrar hadir didunia ini adalah saat-saat yang membahagiakan. Apalagi sejak didalam kandungan tidak pernah sekalipun Abrar rewel. Meskipun dia diajak emaknya keliling Indonesia, dari pulau Jawa sampai ke Pulau Sumatera, nggak pernah sekalipun Abrar merepotkan. Tau mungkin ya kalo emak sama bapaknya melakukan ini semua demi dia juga. Tidak pernah ada keluhan-keluhan yang saya rasakan meskipun saya harus mengajak janin Abrar naik pesawat ataupun meskipun tiap hari saya ajak dia berangkat ataupun pulang kerja naik bis kota. Paling-paling dia protesnya cuman dengan muter-muter aja didalam kandungan hingga akhirnya emaknya ini harus sujud tiap hari minimal selama 10 menit, hehehe… Alhamdulillah tanggal 10 Mei 2010, Abrar kecil lahir didunia ini dengan persalinan normal di bidan deket rumah pukul 2 pagi setelah siangnya diajak emak sama bapaknya jalan-jalan keliling department store, eh malemnya si Abrar protes pengen keluar juga, hehehe..

20869_1220508293310_8076195_n
Foto baby Abrar 15 menit setelah dilahirin ^_^
Setelah Abrar kecil lahir, saya dan suami selalu memberikan apapun yang terbaik buat putra pertama kami ini. Mulai dari ASI hingga tidak memakaikan pospak kepada Abrar kecil. Sayangnya status saya yang saat itu hanya sebagai CPNS mengakibatkan saya hanya memperoleh jatah cuti selama 40 hari saja. Ditambah lagi semasuk kerja, saya mendapatkan surat panggilan untuk melaksanakan diklat prajabatan selama 3 minggu yang itu berarti saya harus berpisah dengan Abrar kecil selama 3 minggu.
Sedih, marah dan stress waktu itu. Sampai-sampai persediaan ASI saya berkurang waktu itu karena stress memikirkan saat-saat saya harus meninggalkan Abrar kecil yang baru saya lahirkan. Pekerjaan saya waktu itu hanya melamun dan menangis sampai-sampai orang tua dan suami saya kelimpungan. Tapi bagaimanapun, tanggung jawab pekerjaan tidak bisa saya tinggalkan. Dengan berat hati saya berangkat juga melaksanakan diklat prajabatan. Tiap hari saya selalu menguatkan diri saya supaya saya harus kuat. Demi Abrar! Ya, demi Abrar. Setiap ada waktu istirahat saya selalu menelpon rumah, meskipun saya hanya bisa mendengar suara tangisannya saya sudah lega. Meskipun di akhir telpon, saya selalu mengakhirinya dengan tangisan juga. Tapi saya harus kuat demi Abrar. Saya juga selalu memompa ASI saya meskipun pada akhirnya harus saya buang tapi saya tetap harus sabar karena hanya dengan cara ini setelah diklat selama 3 minggu ini saya kembali bisa menyusui Abrar.
Alhamdulillah saat ini usia Abrar sudah 3,5 tahun. Abrar kecil sudah menjadi balita yang aktif, sehat, pintar, lincah dan soleh. Sudah pintar berdoa, bersepeda, bernyanyi, sudah bisa makan sendiri dan sudah pinter bikin rumah-rumahan dari balok-balok kayu. Abrar belum sekolah sih, tapi saya selalu mengajarkan kepada Abrar tentang agama dan pentingnya bersosialisasi dengan sekitar. Alhamdulillah mas Abrar tidak pernah lupa mengucapkan salam jika masuk kedalam rumah, solat 5 waktu, berdoa jika mau makan dan tidur (baru doa ini aja yang dia hafal, hehehe..) dan yang paling membanggakan adalah mas Abrar tidak pernah lupa mengucapkan terimakasih pada orang lain jika diberi sesuatu ataupun jika dia sudah memperoleh bantuan dari orang lain.
Sebisa mungkin, secapek apapun kondisi saya, selalu saya tanamkan pada diri saya bahwa bukan kuantitas yang penting, yang terpenting adalah kualitas kita bersama anak. Dan masa kanak-kanak Abrar hanya terjadi sekali saja, kita nggak akan sadar tiba-tiba saja si kecil yang dulu kita gendong ini beberapa tahun kemudian akan menjadi remaja, akan menjadi dewasa. Dan saya selalu meyakinkan diri saya bahwa untuk menjadikan seorang anak menjadi pemimpin yang hebat, harus dimulai dari pondasinya. Jika pondasinya kuat, insyaAllah bangunannya juga kuat. Bukan hanya menjadi pemimpin suatu perusahaan, bahkan untuk menjadi pemimpin keluarga pun juga harus dilandasi oleh pondasi yang kuat. Ya, agama dan keluarga adalah sesuatu yang menurut saya sangat penting untuk kehidupan Abrar sekarang ataupun nanti.

Mayangan-20120819-01336
InsyaAllah jadi anak soleh ya, Nak. Amiin ^_^
Meskipun saya tidak memberikan ASI eksklusif untuk Abrar kecil, meskipun saya hanya bisa menemani Abrar pagi sebelum pulang kerja dan sore setelah pulang kerja (dan waktu libur tentunya!) saya selalu yakin saya pasti bisa memberikan yang terbaik buat Abrar. Karena tidak ada ibu yang sempurna, tetapi saya yakin setiap ibu pasti akan memberikan yang terbaik buat putra-putrinya… ^_^

Tulisan ini disertakan dalam Lomba Penulisan Blog “Peran Ibu Untuk Si Pemimpin Kecil” #LombaBlogNUB
revisi-posterblog-writing-competition-1.5-04092013.resized

Hadiah GA bulan agustus kemaren ^_^

Nggak kerasa, udah tanggal 11 September aja. Kalau dipostingan bulan Agustus saya nulis Juli minim hadiah GA, sekarang mungkin saya harus nulis, Agustus, makin sedikit hadiah GA. (Ya iya lah makin sedikit, emang jarang ikutan GA lagi :p
Tapi Alhamdulillah ya, masih ada satu hadiah yang bisa saya dapat di bulan Agustus kemaren. Baru sempet nulis di blog, huhuhu, maafkeuuun…
Berikut penampakannya
images

Dapetnya dari GA yang diadain sama http://auraide.com. Waktu itu kusinya tentang menebak nama hewan. Selain suka sama isi-isinya yang selalu diupdate sama pemiliknya, hobi juga nongkrongin blognya soalnya sering bagi-bagi hadiah juga (criiiiing…..)… Semoga http://auraide.com tambah sukses biar makin sering bagi-bagi hadiah, heheheu…..

Juli, minim hadiah GA ;p

Tidak terasa sudah tanggal 1 Agustus 2013. dan entah kenapa Juli kemarin males ngapa-ngapain. Ngapa-ngapain itu maksudnya ya nulis blog, ya jualan online, ya ikutan kuis (ups :D ) aja.. Jadi bulan juli kemarin twitter-nya sepi mention, fesbuk-nya sepi notifikasi, blog-nya sepi tulisan.
Hadiah yg bisa didapet dari bulan Juli :
1. Sepasang Danbo
Dapet dari GA-nya Luckty Si Pustakawin. Begitu paketnya sampe’ rumah, si bocah yg bangun tidur langsung foto-foto sama Danbonya.. :D

 

2. Boneka dari Bebelac
Nunggunya lama banget gara-gara ekspedisinya katanya nggak nemu2 alamat rumah yg dituju. Padahal si mbak dari bebelac uda telpon bolak balik. Akhirnya setelah melalui penantian panjang, si bebek sampe’ juga dengan selamat :D

3. Buku dari Mother and Baby Indonesia
hadiahnya 4 buku. Sayangnya Rumah Coklat-nya Sitta Karina uda punya, huhuhu.. (Dapet hadiah koq request, haha :D )

Cuman itu aja yang bisa didapet di Bulan Juli ini. Alhamdulillah. Tetep harus bersyukur. yuk mari berburu kuis dan GA lagi di bulan Agustus. Semangaaaat ^_^

Tentang cita-cita dan mimpi

Waktu saya kecil dulu, seringkali orang tua saya bertanya apa cita-cita saya. Seingat saya, ketika saya kecil saya berganti cita-cita sebanyak 4 kali. Yang pertama jadi guru TK, setelah itu berganti menjadi astronot, mengenal profil pak habibie saya bercita-cita ingin jadi seperti pak habibie dan yang terakhir saya ikut-ikutan bercita-cita menjadi insinyur karena teman-teman bermain saya dulu hampir semuanya pingin jadi insinyur 😀
Meskipun saya berganti-ganti cita-cita, orang tua saya tetap sering bertanya apa cita-cita saya. Dan setelah saya berumur 20 tahun, barulah saya mengerti kenapa mereka berdua sering menanyakan apa cita-cita saya. Ternyata ketika saya masih dalam kandungan dulu, ayah saya pernah bermimpi kalau anak yang dalam kandungan istrinya itu suatu saat akan pergi ke bulan. Sejak saat itu orang tua saya yakin bahwa saya pasti akan menjadi orang yang sukses (amiiiiin :D). Kembali ke cita-cita masa kecil dulu yang ingin jadi insinyur, alhamdulillaah kesampaian juga. Meskipun titel yg nempel di nama saya bukan Ir (insinyur), melainkan ST (sarjana teknik), tapi toh intinya sama saja, hehe..

Saya selalu yakin bahwa manusia itu sangat perlu bercita-cita. Baik itu manusia yang belum dewasa, atau manusia yang sudah dewasa. Buat saya cita-cita itu merupakan mimpi. Tetapi mimpi yang harus kita jadikan menjadi kenyataan. Dan cara kita menjadikan mimpi menjadi kenyataan itulah yang menjadi tujuan kita. Seperti saya yang diusia saya yang ke-28 ini memiliki resolusi dan impian-impian di tahun 2013. Apapun saya lakukan supaya semua resolusi 2013 saya itu bisa tercapai (paling enggak, dari enam resolusi itu, harus ada yang tercapai, hehe..). Mungkin memang tidak langsung tercapai semuanya, tapi saya yakin dimana kemauan disitu pasti ada jalan. Dan pelan-pelan semuanya pasti bisa terlaksana.. ^_^

 

“Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar. Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil…..”

-novel Negri 5 Menara”

 

Music for my little boy ^_^

“If I were not a physicist, I would probably be a musician. I often think in music. I live my daydreams in music. I see my life in terms of music.”
~ Albert Einstein ~

 

Siapa sih di dunia ini yang tidak suka mendengarkan musik? Saya rasa semua orang di dunia ini pasti suka mendengarkan musik, tidak peduli dari kalangan mana dia berasal. Musik adalah bahasa yang universal. Buat saya, selain dengan menulis, mendengarkan musik adalah obat jiwa setelah penat melaksanakan aktifitas seharian.

Orang tua saya memang telah memperkenalkan musik sejak saya masih kecil. Mulai dari lagu-lagu yang dinyanyikan penyanyi-penyanyi jaman orang tua saya masih kecil seperti Adi Bing Slamet, Chica Koeswoyo hingga penyanyi-penyanyi jaman saya kecil dulu seperti Enno Lerian, Melissa, Bondan Prakoso ataupun Puput Melati. Tidak heran jika koleksi kaset anak-anak yang saya punyai dulu lumayan banyak. Walaupun sekarang tidak tau raib kemana (dan sayangnya sekarang saya baru sadar kalau kaset-kaset itu adalah aset hikss..)

Sama seperti orang tua saya dulu, sekarangpun saya mulai memperkenalkan musik kepada Abrar. Baik itu berupa lagu anak-anak (dan tetap saja saya memberikan lagu anak-anak jaman saya dulu kepada anak saya yang masih balita, hehe.. ^_^) ataupun lagu-lagu religi. Dan ternyata besar sekali manfaatnya. Selain bisa menambah kosakata, Abrar juga sudah mulai mengenal huruf dan angka dari usia 2 tahun. Selain itu dia juga sudah bisa menghafalkan beberapa doa. Abrar juga bisa mengekspresikan perasaannya melalui sebuah lagu. Jika sedang menyanyikan lagu ‘pergi ke kota’, dia akan menyanyikannya dengan bersemangat. Sedangkan jika sedang bernyanyi ‘ambilkan bulan bu’, dia menyanyikannya dengan mendayu-dayu juga, hahaha.. 😀

Namun sayangnya sekarang ini sudah jarang sekali ada toko-toko yang menjual kaset. Kebanyakan hanya menjual cd. Itupun cd bajakan yang harganya 10rb smp 20rb. Jika ada yang menjual cd aslipun, buat saya agak mahal harganya. Akhirnya yang bisa saya lakukan hanyalah mendownload lagu lewat media online.. 😦

Seringkali saya mengunduh musik secara gratisan. Padahal saya tau kalau itu sama saja dengan membajak hasil karya orang lain. Tapi mau bagaimana lagi, sudah tidak ada toko yang menjual kaset lagu anak-anak (maksud saya, lagu anak-anak yang benar-benar ditujukan buat anak-anak. Bukan yg dinyanyikan anak-anak, tetapi kata-katanya tidak sesuai untuk anak-anak lho yaa..). Pada akhirnya, setelah sekian lama berkecimpung di dunia per-download-an, saya mengenal langitmusik.com. Segala macam jenis musik ada disini. Mulai lagu tren masa kini, lagu klasik, religi, bahkan lagu anak-anak yang sekian lama saya cari. Meskipun tidak sebanyak yang saya harapkan, namun akhirnya sedikit-sedikit bisa saya tinggalkan juga dunia ‘perbajakan lagu’ yang selama ini saya lakukan. Hanya dengan 10rb setiap bulannya, saya bisa berlangganan layanan Premium Membership dan bisa menikmati streaming & download musik unlimited. Jadi sekarang bukan hanya bisa mendownload musik buat anaknya saja. Emak dan Bapaknya pun juga bisa mendownload musik sepuasnya deh ^_^
Semoga kedepannya langitmusik.com bisa menambah koleksi lagu anak-anak juga (ง`o´)ง