Review Clodi Cluebebe

Clodi pertama yang dibeli setelah sekian tahun lamanya gak beli clodi (waktu si kakak dulu, clodinya cuman pempem,hehehe)

Cluebebe ini motifnya lucu2 banget. Agha Punya motif sheep, monkey, pirates, jamur sama crab ungu ini.

IMG_20150917_145203

Penampakan si crab ungu ^_^

Waktu beli ini dapet 2 insert microfiber stay dry.

DSC_0104

Insert microfiber stay dry bawaan si clodi 🙂

Suka deh sama insert microfiber stay dry ini soalnya meskipun udah kena pipis,  bagian atasnya tetep kering. Tapi karena ini popok kain, tiap 3-4 jam sekali tetep diganti deh clodinya. Kasian kalau trlalu lama. Meskipun ada yang bilang bisa bertahan selama 7 jam, nggak pingin nyoba deh kayaknya..

Iklan

Review Pampers Baby Dry Pants

Kemarin ceritanya habis keliling supermarket buat nyari pospak buat si adek. Ternyata merk yang dicari lagi kosong (pampers active baby pants), akhirnya pilih – pilih jenis lain deh. Kebetulan waktu itu lagi ada promo produk terbaru pampers. Judulnya pampers baby dry pants. Langsung cek harga, eh ternyata harganya jauh lebih murah. Habis itu si emak lebay ini liat susunan lapisannya. Yang mana katanya pampers yang ini punya inovasi super gel yang mampu menyerap cairan pipis lebih cepat – dan menyebar ke permukaan sehingga tetap kering hingga 12 jam. Langsung angkut deh..

DIAP-PAMP-020D-1

Gambar dari sini

Awal mau make-in ini ke si bungsu, kaget juga, tipis bgt yah ternyata. Lebih tipis dari si active baby pants.  Liat motifnya, unyu2 bgt deh.. Seperti biasa, pampers memang patut diacungin jempol buat kehalusannya. Tinggal liat daya serapnya aja deh..

DSC_0007

Penampakan si pampers baby dry pants yg size M

Anak-anakku semuanya pipisnya banyak banget. Dan sayang seribu sayang pampers yang ini nggak bisa bertahan selama 12 jam. Dipakai selama 5 jam itu pospak udah gede aja dipakai si adek. Dan gel-nya cepet keluar kalau menurutku yah. Jadi kurang sreg aja mau dipake’in lagi ke adek.

Yaaah..ada harga Ada kualitas emang yah. Kalau dibandingin sama si active baby pants, yang ini tidak bisa Dipakai untuk waktu yang lama..

Review Pampers Active Baby Pants

Gara-gara clodi yang nggak kunjung kering akhirnya saya menyelipkan penggunaan pospak juga. Untuk pospak, saya tetap memilih pospak pertama yang ada di Indonesia,  adalah pampers. Krn si bungsu tingkahnya udah banyak banget, milih yang active baby pants.

diap-pamp-007b_1
Gambar dari sini

Untuk kehalusan dan kelembutannya, pampers memang tidak Ada duanya. Bahannya halus dan lembut banget. Menurut reviewnya,pampers active baby pants ini mengandung magic gel, bahan  yang memungkinkan penyerapan cepat dan kulit kering hingga 10 jam.

Yang bikin lebih suka lagi, ada garis dibagian tengahnya yang bisa dijadikan patokan si kecil udah pipis atau belum. Kalau pipis, garisnya berubah jadi warna hijau. Keren Kan.. Enak nih kalau adek sudah wktunya toilet training. 🙂

DSC_0009

Sampai Saat ini masih si pampers ini yang bisa bikin jatuh cinta ^_^

Pengalaman saat wawancara kerja

Berbicara tentang wawancara kerja, saya adalah salah satu orang yang sering banget melamar kerja tapi jarang banget mendapatkan panggilan wawancara kerja. Tapi sebelum jadi abdi negara seperti sekarang ini, saya sudah pindah kerja sebanyak 3 kali,dan berarti saya sudah 3 kali merasakan yang namanya wawancara kerja.
Wawancara pertama, terjadi ketika saya bekerja di sebuah perusahaan kontraktor di Kota Bandung. Wawancaranya cuman berlangsung 10 menit aja. Dan pertanyaannya : “bisa program apa aja?” Dan sesuai dengan kemampuan saya, saya jawab AutoCad sama GIS. Udah, gitu aja. Masyuuuuk, hehehe..
Wawancara kedua, terjadi ketika saya bekerja di sebuah konsultan pembangunan. Wawancara juga cuma 10 menit, dan pertanyaan sama kayak pertanyaan perusahaan pertama. Dan masyuuuk lagi 😀
Wawancara ketiga, terjadi ketika saya mendapat panggilan kerja di sebuah bank BUMN setelah melewati beberapa tes. Banyak banget pertanyaannya tapi pertanyaan yang paling saya ingat ada 2, pertanyaan pertama : “disini gaji yang ditawarkan hanya segini mbak, kira-kira cukup nggak buat beli make up yang biasanya dipakai sehari-hari sama mbaknya?”
Dalam hati, udah pingin aja tuh jawab kayak gini : “Emang berapa ratus juta sih Pak yang bisa dihabisin buat beli make up aja?”. Tapi berhubung demi mendapatkan pekerjaan ini, jawabnya ya seriusan dikit lah pastinya. Eh tapi setelah nonton infotainment, baru sadar kalau banyak artis yang buat urusan make up bisa sampai ngabisin ratusan juta rupiah *langsung lap keringat.
Dan pertanyaan kedua yang saya ingat : “Mbak-nya sudah punya pacar?” Heran deh, ini wawancara kerja apa biro jodoh sih?hehe.. Dan Alhamdulillah masuk juga.. ^_^
Kalau buat saya, saat akan menjalani wawancara kerja akan lebih baik kalau kita bersikap apa adanya saja. Jangan melebih-lebihkan dan jangan dikurang-kurangi. Yang penting kita nggak grogi, berpakaian dan berkata sopan dan waktu masuk ruangan wawancara tidak lupa membaca doa. Yang penting kita sudah berusaha. Hasil akhirnya, kembali sama yang di atas. Kalau emang rejeki kita, pasti bakalan datang ke kita juga. Betuk kan? ^_^

career-first_cover
Sumber gambar dari sini

Tentang si Sulung (Part I)

Sejak kelahiran adiknya (Agha, 2m), si Sulung menjadi lebih aktif daripada biasanya. Apalagi ketika saya sedang menggendong atau menyusui adiknya, si Kakak selalu mencari perhatian entah itu dengan cara berteriak-teriak agar adiknya tidak bisa tidur ataupun menyuruh saya menaruh sang adik agar bisa bermain dengan dia.
Meskipun banyak sekali teori yang mengatakan bahwa kita harus memberi pengertian pada sang kakak akan kehadiran sang adik, tetap saja pada prakteknya itu tidak mudah. Apalagi saat ini Abrar masih berusia 4 tahun lebih 1 bulan, yang mana usia-usia segitu pastinya si anak sedang dalam masa ingin diperhatikan. Dan menurut saya wajar saja kalau dia sedang masa transisi dari menjadi anak tunggal menjadi seorang kakak. Yang dulunya saya hanya fokus memperhatikan dia, sekarang dia harus berbagi perhatian dengan adiknya.
Kadang merasa bersalah juga karena tanpa saya sadari saya sering memarahi dia jika dia berteriak-teriak sebagai bentuk protes ketika saya menggendong adiknya sedangkan dia juga sedang ingin ditemani. Kadang saya juga merasa bersalah karena terlalu cepat memberikan dia seorang adik padahal dia sedang ingin diperhatikan. Dan kadang-kadang saya juga merasa menuntut dia terlalu banyak karena di usia-nya yang baru 4 tahun saya secara tidak langsung memaksa dia untuk dewasa dengan menyuruh dia mengerti artinya berbagi.
Tapi merasa bersalah saja juga percuma, toh sudah kejadian. Akhirnya yang bisa saya lakukan sekarang tetap seperti teori-teori sebelumnya. Mengajarkan pada Abrar tentang artinya berbagi kasih sayang dengan sang adik. Semoga saya tetap bisa bersabar. Dan semoga saya bisa menjadi ibu yang baik buat 2 putra saya, amin. Tetap semangat ^_^

Penyesalan Orang Tua

Hari pertama bekerja setelah 3 bulan kemarin cuti melahirkan dan membaca situs http://www.tentanganak.info/2014/03/penyesalan-orang-tua.html

Penyesalan Orang Tua
Sebuah penelitian terhadap 2000 orangtua memperoleh hasil bahwa penyesalan terbesar para orang tua adalah seperti berikut ini :

1. Terlalu banyak bekerja
2. Mencemaskan hal kecil
3. Tidak banyak bermain bersama anak
4. Tidak pergi berlibur bersama
5. Tidak mengabadikan anak dalam foto
6. Menghabiskan waktu tidak untuk keluarga
7. Tidak merekam moment spesial dalam
8. Tidak menikmati libur panjang ke suatu tempat
9. Tidak mendorong anak untuk memiliki hobi tertentu
10. Tidak saling berbagi hobi dengan anak
11. Tidak membacakan dongeng/buku sebelum tidur
12. Menghabiskan banyak waktu mencemaskan pekerjaan rumah tangga
13. Tidak mengizinkan anak berenang lebih sering
14. Tidak mengizinkan anak melakukan aktivitas yang membuat kotor
15. Tidak mengajarkan berenang lebih awal
16. Tidak menjadi bagian pada beberapa masa penting kehidupan anak
17. Tidak menghabiskan waktu spesial (ulang tahun/hari raya) bersama anak
18. Terlalu mengekang anak
19. Selalu menunggu waktu spesial yang akan datang dan lupa menikmati berkah saat ini
20. Tidak menikmati saat berjalan-jalan bersama anak

Semoga meskipun saya adalah ibu yang bekerja diluar rumah, saya tetap bisa membahagiakan 2 putra saya, Abrar dan Agha. Walaupun cuma bisa menemani ketika pagi hari saat saya menikmati saat-saat saya masih bisa memandikan mereka berdua walaupun konsekuensinya saya sering disindir gara-gara telat sampe kantor ataupun meskipun sore dan malam hari meskipun ketika si sulung masih semangat2nya ngoceh bercerita saya kadang2 ketiduran karena kecapekan, tapi semoga saya tidak mengalami 20 penyesalan diatas, amin ^_^

REVIEW Rantau 1 Muara

17382725

Masih bercerita tentang kehidupan Alif Fikri, seperti dua buku sebelumnya, Negeri 5 Menara sama Ranah 3 Warna. Cuman kalau yang Negeri 5 Menara menceritakan tentang kehidupan Alif Fikri di ketika muntut ilmu di Pondok Madani, Ranah 3 Warna yang menceritakan tentang perjuangan Alif Fikri ketika menuntut Ilmu di Universitas pilihannya, sedangkan buku yang ketiga ini menceritakan tentang perjuangan Alif Fikri mencari pekerjaan ketika sudah lulus dari Universitas.
Dibuku ini juga diceritakan tentang sulitnya Alif Fikri mencari pekerjaan walaupun dia sudah 2 kali pergi keluar negeri. Juga tentang perjalanan Alif Fikri meraih cintanya. Mungkin itu yah sebabnya kenapa diberi judul Rantau 1 Muara ^_^
Seperti biasa bang Ahmad Fuadi menulis buku ini dengan sangat apik. Sampe’ 2 hari udah kelar bacanya :p
Sama seperti novel-novel sebelumnya, ada banyak kalimat favorit dinovel ini :
1. “Find what you want to do and do it. When you love what you are doing, you do not look at the click. It is just wonderful” (hal 111)
2. Merantaulah, kau akan mendapat pengganti kerabat dan teman… Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang…. (hal 159)
3. Aku sekarang baru sadar kalau kalimat “happily ever after” atau “semoga rukun sampai kakaek nenek” itu hanya jadi gula-gula dan pemanis lidah ketika menyelamati pengantin baru (hal 281)
4. Baru sekarang aku mengerti arti sesungguhnya dari nasehat Ustad Fariz, bahwa dunia perkawinan adalah dunia berbagi dan saling mengerti. Bukan dunia meminta dan berharap (hal 295)

Keterangan Buku :
Judul : Rantau 1 Muara
Penulis : A. Fuadi
Editor : Danya Dewanti Fuadi & Mirna Yulistianti
Proofreader : Meilia Kusumadewi & Dwi Ayu Ningrum
Setting : Rahayu Lestari
Desain sampul : Hans Nio
Penerbit : PT. Gramedia, Jakarta
Terbit : 2013
Tebal : 401 hlm.
ISBN : 978-979-22-9473-6

Resolusi Tahun 2014

Nggak kerasa udah tahun 2014 aja. Padahal Resolusi 2013 kemaren banyak yg belum terlaksana, huhuhu…

Baiklah, mari me-rekap resolusi 2013 kemarin :

1. Punya rumah sendiri : Alhamdulillah sudah terlaksana, sudah menemukan rumah baru di daerah sidoarjo setelah kemaren sempet riweuh buat njual rumah yang disini. Semoga yang sekarang ini lebih berkah, amiiin… ^_^

2. Kami bertiga bisa hidup dan tinggal serumah, sekota, insya Allah segera terlaksana, amin ^_^

3. Onlineshop saya semakin berkembang : hadeeeuuuuh…tahun kemaren si mommy tupper benar-benar terbengkalai gara-gara kerjaan sedang menumpuk dan si bocah lagi butuh-butuhnya ditemenin buat main. jadinya gak sempet online shop-an, huhuhu… 😥

4. Pengen jadi penulis : idem sama nomor 3 😥

yang ini, buru-buru nulis novel, reading challenge-nya good reads aja uda ngos-ngosan, hadeeeeuuuu… ;p

5. Pengen buka usaha : idem sama nomor 3 dan 4 😥

6. Pengen hamil anak ke-2 di tahun ini ^_^ : alhamdulillah sudah terlaksana, sekarang uda mau 6 bulan. semoga nanti diberi kemudahan dalam proses melahirkan, anak yang dilahirkan dalam keadaan sehat wal afiat, sempurna dan tidak mengalami kekurangan suatu apapun, amin ^_^

Berlanjut ke resolusi tahun 2014 :

1. Online shop makin berkembang (lagi)

2. Pingin jadi penulis, yah minimal tahun ini harus rajin nulis di blog sama nulis resensi buku. semangat, semangat… ^_^

3. Pengen belajar nyetir mobil, jadi kesimpulannya tahun ini harus dan wajib bisa nyetir mobil. Tahun ini Abrar soalnya uda 4 tahun dan insyaAllah mau masuk TK. nggak lucu dong kalau nganterin Abrar sekulah naik motor sambil nggendongin adeknya Abrar 🙂

Apa lagi yah….. :p Banyak sih, tapi kebanyakan mengarah ke hal-hal tersier, hahaha…

4. Liburan ke Jogja5. Ngajakin Abrar berlibur naik pesawat

6. Kursus bikin kue 😀

7. Beli microwave :p

8. Ganti laptop dari yang layarnya 10 inch, ke yang layarnya agak gedean dikit

9. Sering menang kuis, hahahah…

10. Semua utang-utang di bank bisa lunas, ups, bukan resolusi ini mah. ini namanya harapan, hihihi…

Yang jelas semoga tahun 2014 ini menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun kemaren, menjadi pribadi yang berguna buat orang lain, amin ^_^

 

 

Apapun yang terbaik buat anak ^_^

Buat saya dan suami masa-masa hadirnya Abrar mulai sejak dia ada didalam kandungan sampai Abrar hadir didunia ini adalah saat-saat yang membahagiakan. Apalagi sejak didalam kandungan tidak pernah sekalipun Abrar rewel. Meskipun dia diajak emaknya keliling Indonesia, dari pulau Jawa sampai ke Pulau Sumatera, nggak pernah sekalipun Abrar merepotkan. Tau mungkin ya kalo emak sama bapaknya melakukan ini semua demi dia juga. Tidak pernah ada keluhan-keluhan yang saya rasakan meskipun saya harus mengajak janin Abrar naik pesawat ataupun meskipun tiap hari saya ajak dia berangkat ataupun pulang kerja naik bis kota. Paling-paling dia protesnya cuman dengan muter-muter aja didalam kandungan hingga akhirnya emaknya ini harus sujud tiap hari minimal selama 10 menit, hehehe… Alhamdulillah tanggal 10 Mei 2010, Abrar kecil lahir didunia ini dengan persalinan normal di bidan deket rumah pukul 2 pagi setelah siangnya diajak emak sama bapaknya jalan-jalan keliling department store, eh malemnya si Abrar protes pengen keluar juga, hehehe..

20869_1220508293310_8076195_n
Foto baby Abrar 15 menit setelah dilahirin ^_^
Setelah Abrar kecil lahir, saya dan suami selalu memberikan apapun yang terbaik buat putra pertama kami ini. Mulai dari ASI hingga tidak memakaikan pospak kepada Abrar kecil. Sayangnya status saya yang saat itu hanya sebagai CPNS mengakibatkan saya hanya memperoleh jatah cuti selama 40 hari saja. Ditambah lagi semasuk kerja, saya mendapatkan surat panggilan untuk melaksanakan diklat prajabatan selama 3 minggu yang itu berarti saya harus berpisah dengan Abrar kecil selama 3 minggu.
Sedih, marah dan stress waktu itu. Sampai-sampai persediaan ASI saya berkurang waktu itu karena stress memikirkan saat-saat saya harus meninggalkan Abrar kecil yang baru saya lahirkan. Pekerjaan saya waktu itu hanya melamun dan menangis sampai-sampai orang tua dan suami saya kelimpungan. Tapi bagaimanapun, tanggung jawab pekerjaan tidak bisa saya tinggalkan. Dengan berat hati saya berangkat juga melaksanakan diklat prajabatan. Tiap hari saya selalu menguatkan diri saya supaya saya harus kuat. Demi Abrar! Ya, demi Abrar. Setiap ada waktu istirahat saya selalu menelpon rumah, meskipun saya hanya bisa mendengar suara tangisannya saya sudah lega. Meskipun di akhir telpon, saya selalu mengakhirinya dengan tangisan juga. Tapi saya harus kuat demi Abrar. Saya juga selalu memompa ASI saya meskipun pada akhirnya harus saya buang tapi saya tetap harus sabar karena hanya dengan cara ini setelah diklat selama 3 minggu ini saya kembali bisa menyusui Abrar.
Alhamdulillah saat ini usia Abrar sudah 3,5 tahun. Abrar kecil sudah menjadi balita yang aktif, sehat, pintar, lincah dan soleh. Sudah pintar berdoa, bersepeda, bernyanyi, sudah bisa makan sendiri dan sudah pinter bikin rumah-rumahan dari balok-balok kayu. Abrar belum sekolah sih, tapi saya selalu mengajarkan kepada Abrar tentang agama dan pentingnya bersosialisasi dengan sekitar. Alhamdulillah mas Abrar tidak pernah lupa mengucapkan salam jika masuk kedalam rumah, solat 5 waktu, berdoa jika mau makan dan tidur (baru doa ini aja yang dia hafal, hehehe..) dan yang paling membanggakan adalah mas Abrar tidak pernah lupa mengucapkan terimakasih pada orang lain jika diberi sesuatu ataupun jika dia sudah memperoleh bantuan dari orang lain.
Sebisa mungkin, secapek apapun kondisi saya, selalu saya tanamkan pada diri saya bahwa bukan kuantitas yang penting, yang terpenting adalah kualitas kita bersama anak. Dan masa kanak-kanak Abrar hanya terjadi sekali saja, kita nggak akan sadar tiba-tiba saja si kecil yang dulu kita gendong ini beberapa tahun kemudian akan menjadi remaja, akan menjadi dewasa. Dan saya selalu meyakinkan diri saya bahwa untuk menjadikan seorang anak menjadi pemimpin yang hebat, harus dimulai dari pondasinya. Jika pondasinya kuat, insyaAllah bangunannya juga kuat. Bukan hanya menjadi pemimpin suatu perusahaan, bahkan untuk menjadi pemimpin keluarga pun juga harus dilandasi oleh pondasi yang kuat. Ya, agama dan keluarga adalah sesuatu yang menurut saya sangat penting untuk kehidupan Abrar sekarang ataupun nanti.

Mayangan-20120819-01336
InsyaAllah jadi anak soleh ya, Nak. Amiin ^_^
Meskipun saya tidak memberikan ASI eksklusif untuk Abrar kecil, meskipun saya hanya bisa menemani Abrar pagi sebelum pulang kerja dan sore setelah pulang kerja (dan waktu libur tentunya!) saya selalu yakin saya pasti bisa memberikan yang terbaik buat Abrar. Karena tidak ada ibu yang sempurna, tetapi saya yakin setiap ibu pasti akan memberikan yang terbaik buat putra-putrinya… ^_^

Tulisan ini disertakan dalam Lomba Penulisan Blog “Peran Ibu Untuk Si Pemimpin Kecil” #LombaBlogNUB
revisi-posterblog-writing-competition-1.5-04092013.resized

Hadiah GA bulan agustus kemaren ^_^

Nggak kerasa, udah tanggal 11 September aja. Kalau dipostingan bulan Agustus saya nulis Juli minim hadiah GA, sekarang mungkin saya harus nulis, Agustus, makin sedikit hadiah GA. (Ya iya lah makin sedikit, emang jarang ikutan GA lagi :p
Tapi Alhamdulillah ya, masih ada satu hadiah yang bisa saya dapat di bulan Agustus kemaren. Baru sempet nulis di blog, huhuhu, maafkeuuun…
Berikut penampakannya
images

Dapetnya dari GA yang diadain sama http://auraide.com. Waktu itu kusinya tentang menebak nama hewan. Selain suka sama isi-isinya yang selalu diupdate sama pemiliknya, hobi juga nongkrongin blognya soalnya sering bagi-bagi hadiah juga (criiiiing…..)… Semoga http://auraide.com tambah sukses biar makin sering bagi-bagi hadiah, heheheu…..